Selasa, 30 April 2013

Teknik Load Balancing Router Mikrotik

Load balancing adalah teknik untuk mendistribusikan beban trafik pada dua atau lebih jalur koneksi secara seimbang, agar trafik dapat berjalan optimal, memaksimalkan throughput, memperkecil waktu tanggap dan menghindari overload pada salah satu jalur koneksi. Load balancing digunakan pada saat sebuah server telah memiliki jumlah user yang telah melebihi maksimal kapasitasnya. Load balancing juga mendistribusikan beban kerja secara merata di dua atau lebih komputer, link jaringan, CPU, hard drive, atau sumber daya lainnya, untuk mendapatkan pemanfaatan sumber daya yang optimal.

Mengapa Menggunakan Load Balancer?
Ada banyak alasan mengapa menggunakan load balancing untuk website atau aplikasi berbasis web lainnya. Dua alasan yang utama adalah:
  1. Waktu Respon. Salah satu manfaat terbesar adalah untuk meningkatkan kecepatan akses website saat dibuka. Dengan dua atau lebih server yang saling berbagi beban lalu lintas web, masing-masing akan berjalan lebih cepat karena beban tidak berada pada 1 server saja. Ini berarti ada lebih banyak sumber daya untuk memenuhi permintaan halaman website.
  2. Redundansi. Dengan load balancing, akan mewarisi sedikit redundansi. Sebagai contoh, jika website kita berjalan seimbang di 3 server dan salah satu server bermasalah, maka dua server lainnya dapat terus berjalan dan pengunjung website kita tidak akan menyadarinya downtime apapun. 
Cara Kerja Load Balancing
  1. Load Balancer (perangkat load balancing) menggunakan beberapa peralatan yang sama untuk menjalankan tugas yang sama. Hal ini memungkinkan pekerjaan dilakukan dengan lebih cepat dibandingkan apabila dikerjakan oleh hanya 1 peralatan saja dan dapat meringankan beban kerja peralatan, serta mempercepat waktu respons. Load Balancer bertindak sebagai penengah diatara layanan utama dan pengguna, dimana layanan utama merupakan sekumpulan server/mesin yang siap melayani banyak pengguna.
    Disaat Load Balancer menerima permintaan layanan dari user, maka permintaan tersebut akan diteruskan ke server utama. Biasanya Load Balancer dengan pintar dapat menentukan server mana yang memiliki load yang lebih rendah dan respons yang lebih cepat. Bahkan bisa menghentikan akses ke server yang sedang mengalami masalah dan hanya meneruskannya ke server yang dapat memberikan layanan. Hal ini salah satu kelebihan yang umumnya dimiliki load balancer, sehingga layanan seolah olah tidak ada gangguan di mata pengguna...

    Sample
      Setting Load Balancing Dengan Spesipikasi Berikut
    1. 2 Line Internet atau Lebih
    2. 1 RB 433
    3. 1 Switch Hub  
     
           Oke Langsung Saja Ikuti Dan Buat Rule Seperti Berikut :

Setting Modem Speedy 1
 
 Ip Address : 192.168.1.2, Subnet : 255.255.255.0 Fiture DHCP pada interface LAN di Non aktifkan, Mode sebagai Bridge

Setting Modem Speedy2Ip address : 192.168.2.1, Subnet : 255.255.255.0 Fiture DHCP pada interface LAN di non aktifkan, Modem sebagai Bridge

 
     Legend"s

Ip Ke modem1  : 192.168.1.1 interface=speedy1
IP Ke Modem2 : 192.168.2.1 interface=speedy2
IP Local : 192.168.3.1  interface=Lan



                          Configure ip Dimikrotik :


/ ip address
add address=192.168.3.1/24 network=192.168.3.0 broadcast=192.168.3.255 \
interface=ether1 comment=”Lan" disabled=no


add address=192.168.1.2/24 network=192.168.1.0 broadcast=192.168.1.255 \
interface=”ether2” comment=”speedy1" disabled=no


add address=192.168.2.2/24 network=192.168.2.0 broadcast=192.168.2.255 \
interface=”ether3” comment=”speedy2" disabled=no



Buat  Connection Dan Packet di Mangle  nya  :



/ip firewall mangle
add chain=prerouting action=mark-connection new-connection-mark=master1 \
passthrough=yes connection-state=new in-interface=ether1 nth=2,1 \
comment=”" disabled=no


add chain=prerouting action=mark-routing new-routing-mark=master1 passthrough=no \
in-interface=ether1 connection-mark=1 comment=”" disabled=no


add chain=prerouting action=mark-connection new-connection-mark=master2 \
passthrough=yes connection-state=new in-interface=ether1 nth=1,1 \
comment=”" disabled=no


add chain=prerouting action=mark-routing new-routing-mark=master2 passthrough=no \
in-interface=ether1 connection-mark=master2 comment=”" disabled=no  

  



Setting NAT





/ip firewall nat
add chain=srcnat action=masquerade out-interface=ether2
add chain=srcnat action=masquerade out-interface=ether3
add chain=srcnat action=masquerade src-address=”192.168.3.0/24″  





Setting Router
/ ip route
add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.1.1 scope=255 target-scope=10 \
routing-mark=master1 comment=”" disabled=no


add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.2.1 scope=255 target-scope=10 \
routing-mark=master2 comment=”" disabled=no


add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.1.1 scope=255 target-scope=10 \
comment=”primary connection” disabled=no

 /ip dns 

/ip dns set primary-dns=202.134.1.10 allow-remote-request=yes

/ip dns set secondary-dns=202.134.0.155 allow-remote-request=yes


/ip pool add name=dhcp-pool ranges=192.168.3.1-192.168.3.xxxx  dst

/ip dhcp-server network add address=192.168.3.0/24 gateway=192.168.3.1


/ip dhcp-server add interface=LAN address-pool=dhcp-pool





 Selesai Dan Seleamat Mencoba...