Mengapa Menggunakan Load Balancer?
Ada
banyak alasan mengapa menggunakan load balancing untuk website atau
aplikasi berbasis web lainnya. Dua alasan yang utama adalah:
- Waktu Respon. Salah satu manfaat terbesar adalah untuk meningkatkan kecepatan akses website saat dibuka. Dengan dua atau lebih server yang saling berbagi beban lalu lintas web, masing-masing akan berjalan lebih cepat karena beban tidak berada pada 1 server saja. Ini berarti ada lebih banyak sumber daya untuk memenuhi permintaan halaman website.
- Redundansi. Dengan load balancing, akan mewarisi sedikit redundansi. Sebagai contoh, jika website kita berjalan seimbang di 3 server dan salah satu server bermasalah, maka dua server lainnya dapat terus berjalan dan pengunjung website kita tidak akan menyadarinya downtime apapun.
- Load Balancer (perangkat load balancing) menggunakan beberapa peralatan yang sama untuk menjalankan tugas yang sama. Hal ini memungkinkan pekerjaan dilakukan dengan lebih cepat dibandingkan apabila dikerjakan oleh hanya 1 peralatan saja dan dapat meringankan beban kerja peralatan, serta mempercepat waktu respons. Load Balancer bertindak sebagai penengah diatara layanan utama dan pengguna, dimana layanan utama merupakan sekumpulan server/mesin yang siap melayani banyak pengguna.Disaat Load Balancer menerima permintaan layanan dari user, maka permintaan tersebut akan diteruskan ke server utama. Biasanya Load Balancer dengan pintar dapat menentukan server mana yang memiliki load yang lebih rendah dan respons yang lebih cepat. Bahkan bisa menghentikan akses ke server yang sedang mengalami masalah dan hanya meneruskannya ke server yang dapat memberikan layanan. Hal ini salah satu kelebihan yang umumnya dimiliki load balancer, sehingga layanan seolah olah tidak ada gangguan di mata pengguna...Sample
Setting Load Balancing Dengan Spesipikasi Berikut- 2 Line Internet atau Lebih
- 1 RB 433
- 1 Switch Hub
Setting Modem Speedy 1
Ip Address : 192.168.1.2, Subnet : 255.255.255.0 Fiture DHCP pada interface LAN di Non aktifkan, Mode sebagai Bridge
Setting Modem Speedy2Ip address : 192.168.2.1, Subnet : 255.255.255.0 Fiture DHCP pada interface LAN di non aktifkan, Modem sebagai Bridge
Ip Ke modem1 : 192.168.1.1 interface=speedy1
IP Ke Modem2 : 192.168.2.1 interface=speedy2
IP Local : 192.168.3.1 interface=Lan
Configure ip Dimikrotik :
/ ip address
add address=192.168.3.1/24 network=192.168.3.0 broadcast=192.168.3.255 \
interface=ether1 comment=”Lan" disabled=no
add address=192.168.1.2/24 network=192.168.1.0 broadcast=192.168.1.255 \
interface=”ether2” comment=”speedy1" disabled=no
add address=192.168.2.2/24 network=192.168.2.0 broadcast=192.168.2.255 \
interface=”ether3” comment=”speedy2" disabled=no
Buat Connection Dan Packet di Mangle nya :
/ip firewall mangle
add chain=prerouting action=mark-connection new-connection-mark=master1 \
passthrough=yes connection-state=new in-interface=ether1 nth=2,1 \
comment=”" disabled=no
add chain=prerouting action=mark-routing new-routing-mark=master1 passthrough=no \
in-interface=ether1 connection-mark=1 comment=”" disabled=no
add chain=prerouting action=mark-connection new-connection-mark=master2 \
passthrough=yes connection-state=new in-interface=ether1 nth=1,1 \
comment=”" disabled=no
add chain=prerouting action=mark-routing new-routing-mark=master2 passthrough=no \
in-interface=ether1 connection-mark=master2 comment=”" disabled=no
Setting NAT
/ip firewall nat
add chain=srcnat action=masquerade out-interface=ether2
add chain=srcnat action=masquerade out-interface=ether3
add chain=srcnat action=masquerade src-address=”192.168.3.0/24″
Setting Router
/ ip route
add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.1.1 scope=255 target-scope=10 \
routing-mark=master1 comment=”" disabled=no
add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.2.1 scope=255 target-scope=10 \
routing-mark=master2 comment=”" disabled=no
add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.1.1 scope=255 target-scope=10 \
comment=”primary connection” disabled=no
/ip dns
/ip dns set primary-dns=202.134.1.10 allow-remote-request=yes
/ip dns set secondary-dns=202.134.0.155 allow-remote-request=yes
/ip pool add name=dhcp-pool
ranges=192.168.3.1-192.168.3.xxxx dst
/ip dhcp-server network add
address=192.168.3.0/24 gateway=192.168.3.1
/ip dhcp-server add interface=LAN
address-pool=dhcp-pool
Selesai Dan Seleamat Mencoba...
